PKN

Ancaman Militer Terhadap Integrasi Nasional

1. Ancaman Militer

Ancaman Militer
Ancaman Militer

Ancaman militer berhubungan dengan ancaman di bidang pertahanan dan keamanan. Ancaman militer yaitu suatu ancaman yang memakai kekuatan bersenjata dan terorganisir; yang dianggap mempunyai kemampuan membahayakan keutuhan wilayah, kedaulatan negara dan keselamatan seluruh bangsa. Ancaman militer bisa berupa agresi atau invasi,  pemberontakan bersenjata, spionase, aksi teror bersenjata, pelanggaran wilayah, sabotase dan ancaman keamanan udara dan laut.

Agresi militer suatu negara yang dianggap mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia; mempunyai bentuk-bentuk mulai dari yang berskala paling kecil sampai dengan yang terbesar.

Invasi adalah suatu bentuk agresi yang berskala terbesar dengan memakai kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia pernah mengalami rasa pahit ketika diinvasi oleh Belanda yang mau kembali menjajah Indonesia sebanyak dua kali, yaitu 21 Juli 1947 dan 19 Desember 1948.

Wujud lain dari ancaman militer yang peluang terjadinya cukup besar yaitu tindakan pelanggaran wilayah Indonesia (wilayah laut, ruang udara dan daratan) oleh negara lain. Konsekuensi Indonesia yang mempunyai wilayah yang amat luas dan terbuka berpeluang untuk terjadinya pelanggaran wilayah.

Baca juga :  Keunggulan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ancaman militer bisa juga terjadi dalam bentuk pemberontakan bersenjata. Pemberontakan itu pada dasarnya adalah ancaman yang timbul dan dilakukan oleh beberapa pihak tertentu di dalam negeri; tetapi ada juga pemberontakan bersenjata yang sering kali didukung oleh kekuatan asing, baik secara tertutup ataupun blak-blakan.

Pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah Indonesia yang sah merupakan suatu bentuk ancaman militer yang bisa merongrong kewibawaan negara dan menghambat jalannya roda pemerintahan. Dalam perjalanan sejarah, bangsa Indonesia pernah mengalami berkali-kali aksi pemberontakan bersenjata yang dilakoni oleh gerakan radikal, seperti DI/TII, PRRI, Permesta, Pemberontakan PKI Madiun, serta G-30-S/PKI. Beberapa aksi pemberontakan bersenjata tersebut selain mengancam pemerintahan yang sah; juga mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mempunyai landasan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ancaman Militer

Indonesia mempunyai sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang rawan terhadap aksi sabotase, sehingga mesti dilindungi. Fungsi pertahanan negara diarahkan guna memberi perlindungan ke instalasi strategis dan objek-objek vital nasional dari setiap titik kemungkinan terjadinya aksi sabotase; dan dengan menambah kewaspadaan yang disokong oleh teknologi yang dapat mendeteksi dan mencegah aksi sabotase itu secara dini.

Baca juga :  Peran Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan

Pada abad 21 ini, kegiatan mata-mata (spionase) dikerjakan oleh agen-agen rahasia dalam mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara dari negara lain. Kegiatan mata-mata tentunya dilakukan secara tertutup dengan menggunakan kemajuan iptek, sehingga sangat sulit untuk dideteksi. Kegiatan spionase tersebut merupakan suatu bentuk ancaman militer yang amat serius dan memerlukan penanganan secara khusus untuk melindungi kepentingan pertahanan dari kebocoran yang pastinya akan digunakan manfaatnya oleh pihak lawan.

Aksi teroris bersenjata merupakan wujud aktivitas terorisme yang mengancam keselamatan negara dan bangsa; dilakukan dengan menebar rasa ketakutan yang mendalam dan menimbulkan korban dengan tidak mengenal perikemanusiaan. Sasaran aksi teroris bersenjata dapat menimpa siapapun juga, sangat sulit diperkirakan dan ditangani dengan cara-cara biasa. Perkembangan aksi terorisme bersenjata yang dilakukan oleh para teroris pada akhir-akhir ini meningkat cukup pesat; dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, politik dan lingkungan strategis.

Gangguan keamanan di udara dan di laut termasuk bentuk ancaman militer yang mengganggu integrasi nasional dan stabilitas keamanan wilayah nasional Indonesia. Kondisi geografis Indonesia mencakup wilayah perairan dan wilayah udara Indonesia yang terbentang pada pelintasan transportasi dunia yang padat; baik transportasi maritim maupun dirgantara, berdampak kepada besarnya potensi gangguan ancaman terhadap keamanan laut dan udara.

Baca juga :  Info Kewarganegaraan

Berbagai jenis gangguan keamanan di udara dan di laut yang memperoleh prioritas perhatian dalam pelaksanaan pertahanan negara; meliputi perompakan atau pembajakan, penyelundupan senjata, amunisi dan bahan peledak dan bahan material lain yang bisa membahayakan keselamatan bangsa; pencemaran lingkungan; illegal fishing atau pencurian/ penangkapan ikan secara ilegal di laut.

Tags

Artikel Penting :

Show More

Related Articles

1 thought on “Ancaman Militer Terhadap Integrasi Nasional”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close